Sabtu, 16 Juni 2012

luxurious part1

Gadis itu melangkah melewati beberapa murid yang baru pertama kali ia lihat. Dari balik wali kelas barunya itu, gadis yang berwajah polos menunduk tak berani menatap semua orang. Wajah campuran indo belanda itu terlihat lugu. Rambut ikal panjang dan lebat, dengan sepasang tulang pipi yang ramping dan mata yang belo namun terlihat indah.

Kelas sebelas X mendadak hening saat bu Yuli wali kelas mereka berjalan masuk dengan sigap bersama seorang murid baru yang pastinya bakal menjadi incaran semua siswa SMA bhima sakti.
“Pagi anak-anak. Hari ini kalian mendapatkan teman baru. Namanya Auladia Gladis Victoria. Ia sering di panggil Gladis. Dia pindah dari London dan pindah kesini karena orangtuanya yang di pindah tugaskan kemari.” Gadis yang disebut Gladis itu masih terdiam, dengan malu-malu ia tebarkan senyum termanis yang ia miliki dan membuat seluruh kelas menjadi ricuh.
“Sudah-sudah jangan ribut! Gladis, sebaiknya kamu cari tempat duduk. Agar pak Rusman bisa segera mengajar kalian.” Gladis pun mengedarkan pandangan. Ia sedikit bingung dimana ia harus duduk. Karena semua bangku kosong langsung di tunjukkan padanya. bu Yuli membantu dengan sangat bijak.

“Pricilia, ibu rasa kamu duduk sendiri. Apa kamu tidak keberatan Gladis duduk disebelahmu?” Tanya Bu Yuli. Pricilia pun mengangguk dan tersenyum. Gladis dengan malu-malu melangkah ke bangku barunya. Ia kembali tebarkan senyum manis dan dibalas Pricilia.

            Pricilia Anindya Kasandra. Gadis popular di sekolah. Cantik, pintar dan selalu jadi incaran cowok-cowok. Bersama Bianca dan Cantika. Tiga gadis high class. Yang bisa dekat dengan mereka pun anak-anak high class pula! Dan karena kehadiran Gladis langsung menjadi sorotan anak-anak, jelas gadis ini dapat diperhitungkan menjadi anggota ganknya yang bernama luxurious.


Selama jam pelajaran mereka tak bisa banyak berbincang-bincang. Karena pak Rusman sudah datang dan membahas pelajaran bahasa Indonesia. Pricilia, Bianca dan Cantika yang sudah tercatat sebagai siswi teladan dan berprestasi, tentu saja tidak ingin menghancurkan imagenya itu hanya karena anak baru itu.


            Usai pelajaran luxurious pun segera mengajak Gladis ke kantin. Bangku kebanggaan pun sudah tersedia untuk mereka bertiga. Namun belum ada untuk Gladis, dengan cepat Pricilia menyuruh salah satu adik kelasnya menyingkir dan mengambil bangku itu untuk Gladis.
“Gak apa-apa nih? Kalo nanti ada yang gak suka sama aku gimana?” Tanya Gladis sedikit khawatir. Pricilia pun mengibaskan tangannya dengan anggun.
“Tenang aja, anak-anak udah pada tau kita-kita kok. Kalau mereka mau macem-macem mereka harus berurusan sama gue dulu!” jawabnya dengan berani. Gladis pun hanya mengangguk lugu.
Bianca segera memberikan isyarat siapa yang datang. Daniel. Cowok idola disekolah, selevel berat dengan Pricilia ketua OSIS. Pricilia pun menjadi bangga saat menyandang menjadi  waketu OSIS. Karena bagi Pricilia, cowok keren itu haruslah lebih dari dia. lebih smart, lebih tajir dan pastinya ketampanannya tak ada yang menandinginya. Dan semua terletak pada Daniel Baskara.

            Pricilia segera membenahi baju yang tak terlihat kusut dan merapihkan rambutnya yang tak terlihat berantakan. Senyuman manis yang jarang ia tunjukan pada orang-orang, kini terlihat mengedar saat Daniel melewatinya
“Hai Dan…” sapanya manis. Daniel pun segera menoleh dan menatap waketunya.
“Hai pric.” Balasnya singkat.
“Nanti jadi rapatkan?” Tanya Pricilia. Daniel pun mengingat-ingat dan dengan cepat ia memukul keningnya sendiri.
“Aduh, gue lupa Pric. Nanti sore gue ada latihan karate sama les fisika. Jadi kayanya gak bisa deh.” Jawab Daniel.
“Jadi batal?” Tanya Pricilia sedikit kecewa. Namun di sembunyikannya dalam-dalam.
“Sorry ya.” Pinta Daniel serasa menempelkan kedua telapak tangannya didada.
“Ok deh!” jawab Pricilia. Daniel pun tersenyum lembut.


€€€

            Pukul setengah empat sore. SMA Bhima sakti terlihat ramai dengan murid-murid yang pulang menggunakan kendaraan pribadi. Pricilia yang biasa bepergian setelah pulang sekolah. Mengajak teman barunya, Gladis untuk pergi bersamanya. Namun sepertinya gadis itu terlihat tidak senang. Karena ia baru tinggal di Jakarta dan tak mengenal daerah ini terlalu banyak.
“Udah lo santai aja deh. Gue anter lo sampe depan pintu gerbang lo deh!” Paksa Pricilia. Gladis pun berfikir sejenak.
“Terus supir aku gimana?” Tanyanya dengan nada lembut.
“Udah lo telepon aja dia, bilang suruh balik lo mau jalan sama gue.” Jawab Pricilia. Gladis pun mengikuti sarannya. Namun ia tak menelepon ke supirnya melainkan ke nomor ibunya.
“Yes mom, temen baruku mengajakku jalan. Boleh? Thanks mom.” Terdengar nada riang dari gadis polos itu. bersama teman-teman barunya, Gladis berjalan ke Honda city milik Pricilia.


            Dari satu kios ke kios lain. mereka masuki semua satu persatu kios di mall Jakarta. Tak ada satupun yang terlewatkan. Berbagai macam model baju, aksesoris, bahkan barang pribadi cewek tak ada yang luput dari mata ke empat gadis itu. Pricilia cs pun cukup kagum dengan style Gladis yang cukup keren. Semua yang ia pegang bukanlah barang biasa. Terlihat indah, menarik dan nggak kampungan.

            Saking asiknya memutari kios-kios itu Pricilia cs lupa ia belum makan siang. Kini mereka langkahkan kaki mereka ke restorant yang cukup high class dan memesan menu makan siang yang tak akan membuat berat badan mereka menjadi membengkak.
“Pric.” Tegur seorang. Cowok itu terlihat tinggi, kurus namun tak terlalu kurus. Penampilannya cukup keren untuk ukuran anak SMA.
“Robby!” teriak Pricila terkejut dengan cowok yang kini dihadapannya.
“Hi Bi, hi can. Kalian gak berubah ya. Tetep cantik dan mempersona.” Puji Roby. Kini tatapannya tertuju pada satu gadis yang bukan dari sekolah yang sama dengannya. Roby pun memberikan isyarat pada Pricilia untuk menjelaskan siapa gadis baru itu.
“Namannya Gladis. Dia murid baru disekolah gue.” Jawab Pricilia. Dengan malu-malu Gladis menjabat tangan Roby yang terlihat tertarik dengannya.
“Lo masuk mana Rob? Kok gak pernah keliatan lagi pas masuk SMA. Jadi menghilang dari peredaran gitu.” Roby pun tanpa menunggu persetujuan keempat gadis itu. Duduk di bangku yang terlihat kosong di samping Gladis yang duduk di bangku sofa yang cukup untuk tiga orang itu.
“Gue masuk SMA Universal Internasional. Ya, lo taukan taraf sekolahan itu. Jadi gue gak punya banyak waktu untuk hangout. Ini aja gue maksain karena udah bener-bener sumpek.” Jelas Roby. Kedatangan seorang witers membuat pembicaraan mereka sedikit terganggu. Setelah memesan tatapan Pricilia tertuju pada cowok itu lagi.
“Jadi lo masuk SMA beken itu! ckckck… gue sih tadinya disaranin masuk situ sama bokap. Tapi, gue pengen ngambil dari nilai aja. Jadi deh gue masuk SMA bhima sakti.” Jawab Pricilia.
“Sekolah itu juga gak jelek-jelek amat. Kalian juga masuk situ? Angel sama Diana?” pertanyaan terakhir Roby membuat raut wajah girang Pricilia hilang. Dengan malas ia menatap cowok itu.
“Nggak usah ngomongin si penghianat itu didepan gue!” bentak Pricilia tertahan. Rpby yang merasa ada yang tidak beres memilih bungkam.
“Oh ya, kata Mitha. Dia mau bikin reunian loh.” Alih Roby. Pricilia, Bianca dan Cantika pun terlihat berbinar.
“Serius lo?” sela Cantika. Roby pun mengalihkan tatapannya pada cewek kurus namun cukup cantik itu.
“Iya. Katanya dia lagi siapin tempat sama undangannya. Nanti dia bakal send undangannya kerumah anak-anak langsung.” Pricilia pun mengangguk girang.
“Pake tema gak?” Tanya Bianca. Cewek modis ini selalu ingin mempersiapkan segala sesuatunya dari jauh-jauh hari.
“Hmm… gue gak tau deh. Soalnya gue gak nanya sampe kesana.” Jawab Roby enteng.
“Lo ikut ya.” Pinta Roby pada gadis yang sedari tadi diam disampingnya.
“Ah, akukan bukan alumni SD kalian.” Jawab Gladis.
“Nggak masalah kok.” Jawab Roby seraya menatap mata belo nan indah itu.” Nanti kamu bareng sama aku aja biar gak risih.” Roby mengganti kata yang lebih halus saat melihat kepolosan dari setiap ucapan gadis ini.
“Hmmm… gimana ya?” Tanya Gladis bingung. Pricilia pun ikut bicara.
“Udah, nggak apa-apa. siapa sih yang mau nentang temen-temen gue! Udah lo ikut aja. Lagi juga Roby janji mau ngejaga lo kok.” Perkataan Pricilia pun membuat Gladis sedikit bimbang.
“Yaudah, liat nanti aja ya. Toh undangannya juga belum disebar.” Jawab Gladis dengan senyum yang membuat Roby betah menatap gadis itu berlama-lama.

€€€

            Pricilia merasa sial! Ntah kenapa mobil Honda city yang masih baru dan belum lama dibawa kebengkel itu mendadak mogok di jalan. Dengan geram ia memaki mobil sialan itu dan menunggu taksi. Tanpa disadarinya sebuah mobil melaju tanpa kendali. Hingga saat berjarak sepulu meter dihadapannya. Pricilia yang masih sempat menyingir, tak bisa menghindar saat sebelah tangannya terserempet mobil baleno itu.  Dan didepannya mobil baleno itu menghantam tiang dan mobil cantik itu hancur tanpa ampun.

            Pricilia yang berniat ingin memaki pemilik mobil itu, mendadak simpatik. Dengan sebelah tangan yang masih tersisa ia mencoba membuka mobil itu. Namun percuma! Dengan kedua tangannya saja ia tidak mungkin bisa membuka paksa mobil itu. Apalagi dengan satu tangan!

            Beberapa saksi mata pun segera mendobrak mobil itu hingga mobil itu terbuka. Tubuh gadis  itu terlihat mengenaskan dan wajahnya yang sudah berlumuran darah. Namun samar-samar Pricilia mengenali wajah gadis itu. Vanda Salah satu teman SDnya!
“Pak dia temen saya pak! Tolong panggilkan ambulans pak!” Teriak Pricilia panik. Vanda, gadis polos yang bersekolah di SMA yang tak jauh dari tempat Pricilia.  Mereka sering berpapasan dan janjian pergi bareng. Namun tak disangka kini ia melihat gadis itu dalam keadaan yang mengenaskan.


            Airmata di wajah Pricilia tak tertahankan. Ketakutan dan rasa sakit di bahunya membuat airmatanya dengan mudah mengalir. Bianca, Cantika dan Gladis menyusul kerumah sakit. Pricilia yang tak mengalami luka parah hanya memakai gips di tangan. Namun saat ia mengintip keadaan Vanda dari kaca luar. Gadis itu benar-benar parah. Wajahnya telah hancur. Selang menghiasi sekeliling tubuh gadis itu.

“Gimana kejadiannya sih?” Tanya Bianca perlahan. Sebelah tangannya memegang bahu gadis yang masih terisak dan sebelahnya memegang tangannya yang masih terlihat gemetar. Dengan terbata dan terisak tangis Pricilia menceritakan kronologis kecelakaan itu. Dan hingga puncak ia menceritakan kronologis ceritanya. Tubuhnya terjatuh di pelukan Bianca. Cantika dan Gladis membelai bahu dan rambut Pricilia mencoba menenangkannya.

€€€

            Pricilia sudah kembali kerumah. Ia tak tahan berlama-lama dirumah sakit. keadaan Vanda membuatnya semakin takut. Disaat Pricilia sedang terduduk di bangku panjang di balkon rumahnya. Seorang pelayan datang memberikan satu surat undangan. Perlahan Pricilia membuka undangan itu.

Reunion Party Cahaya Mustika Elementary School
Date : February 6, 2012
Place : Hall of Indah Hotel
Dresscode : formal style
ps. For ladies please wearing a red dress

“Kok udah sampai sih? kata Roby baru rencana. Sureprise kali ya?”  Pricilia pun bangkit dari kasurnya dan mengambil ponselnya. Ia berniat untuk menghubungi kedua sahabatnya yang pernah satu SD dengannya. Pricilia merasa aneh saat Bianca dan Cantika tak bisa dihubungi. Apa kedua gadis itu masih ada dijalan? Karena dari rumah sakit lebih dekat kerumahnya daripada kerumah kedua sahabatnya itu.

            Tanpa berfikir lagi Pricilia bangkit dan menuju kamarnya. Kejadian hari ini sangat melelahkan. Ia ingin berendam air hangat. Setelah menyuruh salah satu pembantunya menyediakannya air hangat dan membantunya melepaskan baju seragamnya yang terasa sesak. Pricilia pun segera masuk ke kamar mandinya setelah menyalakan salah satu kaset instrument piano Yimura.

            Sambil menunggu air hangatnya penuh. Pricilia yang terbalut kimono berdiri terdiam di balik pintu balkonnya. Dilihatnya seorang lelaki berpakaian serba hitam keluar dari garasi rumahnya. Mungkin itu satpam yang berjaga siang dan baru pulang.

            Saat ia mendengar suara kucuran air, Pricilia pun melangkah kekamar mandi. Saat ia ingin membuka kimononya. Pricilia yang berbalik melihat cermin, langsung memucat. Sebuah tulisan dengan darah melekat di kaca besar yang terletak di kamar mandinya dan bertuliskan

            ALUMNI SD CAHAYA MUSTIKA selamat datang kembali!!!